Film Indonesia Yang Menuai Protes, Dianggap Melecehkan Profesi Perawat.

jika dari sekian banyaknya film yang bagus, ternyata banyak pula yang mendapatkan protes dari berbagai kalangan. Mulai dari cerita yang gak sesuai, jalan cerita yang kurang menarik, hingga memutar balikkan fakta yang mengakibatkan film-film tersebut banyak menuai protes dari masyarakat.

Lantas, film mana sajakah yang pernah menuai protes dari masyarakat? yuk intip infonya dibawah ini.

#1. Benyamin Biang Kerok

popbela.com
Film yang diusung oleh Hanung Bramantyo ini digadang-gadang akan menuai sukses di dunia perfilman indonesia. Namun sayang bukannya mendapat banyak pujian, ternyata Film ini malah bnyak mendapat protes terutama dari Komunitas Perkumpulan Betawi.

Menurut mereka, jalan cerita dari film ini sama sekali kurang dipikirkan, hingga akhirnya film yang rencannya tayang 2 part ini tidak diperbolehkan lagi menggunakan nama Benyamin dalam judul film selanjutnya.

#2. The Secret : Suster Ngesot Urban Legend

kapanlagi.com
Film yang rencannya tayang pertengahan tahun ini juga menuai banyak protes saat peluncuran trailer pertamanya.

Film yang dibuat oleh Raffi Ahmad ini menuai banyak protes karena mengangkat kisah urban legend Jakarta yaitu suster ngesot, yang dianggap melecahkan profesi dari seorang perawat.

#3. Soekarno

popbela.com
Film Soekarno mendapat protes dari Rachmawati Soekarnoputri yang merupakan putri dari bapak Soekarno.

Menurut Rachmawati, Anjasmara lebih cocok memerankan sosok Presiden RI Pertama ketimbang Ario Bayu yang tidak mengetahui sosok Soekarno karana Ario lama tinggal diluar negeri.

#4. Naura dan Genk Juara

popbela.com
Film Naura dan Genk Juara banyak mendapatkan protes dari media social karena tokoh antagonis dari film ini sangat mendiskreditkan agama Islam.

Bahkan film ini mendapatkan petisi online yang ditanda tangani oleh 47 ribu orang agar penayangan Filmnya dihentikan dari bioskop tanah air.

#5. Tanda Tanya

popbela.com
Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini mendapatkan banyak protes dari berbagai pihak, karena dianggap kurangnya persiapan dan riset yang dilakukan kepada tokoh yang digambarkan dalam film tersebut.

Film ini sendiri berkisah tentang kehidupan toleransi beragama dalam masyarakat.

Sumber : ucnews

Leave a Reply