Banyuwangi, Sekitarkita.co - Kendala ekonomi masih menjadi tantangan besar bagi jutaan anak Indonesia untuk mengenyam pendidikan.
Di tengah kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung akses pendidikan melalui Program PNM Scholarship 2026 yang menyasar anak-anak berprestasi dari keluarga nasabah.
Berdasarkan data UNICEF, sekitar 4,3 juta anak dan remaja berusia 7–18 tahun di Indonesia masih berada di luar bangku sekolah.
Baca Juga :
Risiko putus sekolah paling banyak dialami anak-anak dari keluarga miskin, penyandang disabilitas, serta mereka yang tinggal di wilayah tertinggal.
Sementara itu, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025 yang disampaikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat sebanyak 20,35 persen anak tidak bersekolah karena keterbatasan biaya.
Sebagai upaya membantu mengatasi persoalan tersebut, PNM yang berada di bawah naungan Danantara Indonesia mengumumkan penerima PNM Scholarship Tahun 2026.
Secara nasional, sebanyak 1.590 putra-putri nasabah aktif program Mekaar dan ULaMM memperoleh bantuan beasiswa pendidikan mulai jenjang sekolah dasar, sekolah luar biasa (SLB), hingga perguruan tinggi.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan pendidikan merupakan investasi penting untuk memutus mata rantai kemiskinan sekaligus membuka peluang kehidupan yang lebih baik bagi keluarga prasejahtera.
"PNM percaya setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. Melalui PNM Scholarship, kami ingin hadir mendampingi keluarga nasabah tidak hanya dalam mengembangkan usaha, tetapi juga menjaga harapan anak-anak mereka melalui pendidikan," ujarnya.
Menurutnya, program beasiswa tersebut merupakan bagian dari komitmen pemberdayaan PNM yang tidak hanya berfokus pada penguatan usaha ultra mikro milik nasabah, melainkan juga menyentuh aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam keluarga.
Dengan memberikan dukungan pendidikan kepada anak-anak nasabah, PNM berharap manfaat pemberdayaan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Tidak hanya membantu keluarga membangun usaha yang lebih mandiri, tetapi juga membuka peluang lahirnya generasi yang lebih berpendidikan dan memiliki daya saing.
Salah satu penerima manfaat berasal dari Banyuwangi. Efi Adelya Rachma, siswi kelas VIII SLB yang merupakan putri dari Sinta Ratnasari, nasabah Unit Mekaar Kabat 2, menjadi salah satu penerima PNM Scholarship 2026.
Sinta mengaku tidak menyangka anaknya terpilih sebagai penerima beasiswa. Bantuan tersebut dinilainya sangat meringankan beban biaya pendidikan sekaligus menjadi penyemangat bagi putrinya untuk terus belajar.
"Saya kaget sekaligus terharu saat mendapat kabar anak saya memperoleh beasiswa. Bantuan ini sangat membantu memenuhi kebutuhan sekolahnya. Terima kasih kepada PNM, semoga semakin maju dan terus membawa manfaat bagi banyak keluarga seperti kami," ungkapnya.
Melalui program beasiswa ini, PNM berharap semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera yang dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya, sehingga memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. (*)
