Pavingisasi Terminal Sarongan Capai Rp228 Juta dari PPM PT BSI

$rows[judul]

Banyuwangi, Sekitarkita.Co – Terminal Desa Sarongan di Dusun Krajan, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, kini bersolek. Pusat transportasi masyarakat di wilayah Banyuwangi Selatan tersebut dipastikan akan tampak lebih cantik, indah, dan jauh lebih nyaman setelah menjalani proses renovasi.

Transformasi terminal ini merupakan buah dari program pavingisasi yang didanai melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), atau yang populer dikenal sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Bumi Suksesindo (PT BSI).

Sebagaimana diketahui, PT BSI merupakan operator tambang emas di Gunung Tumpang Pitu yang berlokasi di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Kehadiran investasi ini terus memberikan dampak nyata bagi pembangunan infrastruktur di wilayah ring satu, khususnya diwilayah Kecamatan Pesanggaran.

Baca Juga :

Pavingisasi yang dilakukan di Terminal Desa Sarongan mencakup area seluas 1.400 meter persegi. Tak main-main, total anggaran yang dikucurkan untuk mempercantik fasilitas publik ini mencapai Rp228.896.000.

Selama ini, Terminal Desa Sarongan merupakan titik strategis bagi mobilitas warga, baik untuk angkutan umum maupun distribusi barang. Setiap harinya, terminal ini menjadi tempat mangkal bus Damri Perintis serta berbagai kendaraan angkutan logistik.

Kepala Desa (Kades) Sarongan, Gunoto, menyampaikan apresiasi mendalam kepada anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut. Menurut pria yang akrab disapa Mbah Gun ini, PT BSI konsisten berkontribusi dalam mendorong percepatan pembangunan di desanya.

“Program PPM ini menjadi bukti nyata sinergi antara pihak swasta, yakni PT Bumi Suksesindo, dan pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas fasilitas publik,” ujar Gunoto, Rabu (8/4/2026).

Mbah Gun bercerita, sebelumnya kondisi terminal cukup memprihatinkan. Pelataran yang berbahan aspal sudah rusak parah dan tidak layak digunakan, terutama saat musim hujan.

“Dengan adanya pavingisasi, kenyamanan dan keamanan pengguna terminal akan menjadi jauh lebih baik,” ungkap Mbah Gun.

Menariknya, proyek ini juga membawa dampak ekonomi instan bagi warga lokal. Selama proses pengerjaan, PT BSI melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar Desa Sarongan. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memberdayakan potensi lokal.

Dengan kondisi terminal yang lebih representatif, diharapkan kedepannya mampu memacu pertumbuhan ekonomi desa. Para pelaku UMKM di area terminal, sopir angkutan, hingga masyarakat umum kini bisa menikmati fasilitas yang lebih layak dan membanggakan.

Program PPM PT BSI ini menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah desa dapat menciptakan pembangunan berkelanjutan yang berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. (*)